Laman

Monday, August 19, 2013

RIVER - JKT48

5 Juli 2013

ki-ka : Gaby, Rica, Dhike, Rena, Stella, Shanju, Haruka, Kinal,
              Melody, Akicha, Nabilah, Achan, Beby, Ve, Jeje, Delima

Heyy, ketemu lagi! :D

Tebak deh, sekarang Mistel lagi apa? Gak ada yang tau kan? Haha *ya jelas lah, dodol --‘* Aku sekarang lagi dengerin lagu, yahh kayak kebiasaan sih. Tapi kali ini bukan lagu barat kayak punya teteh Taylor, mbak Miley, ataupun kak Avril. Bukan juga lagu J-pop kayak punya YUI, Utada Hikaru, maupun soundtrack-soundtrack anime kayak kebiasaanku.

Mau tau apa? Penasaran? Yuk, kita ngintip ke pabriknya langsung! *eh --‘ Bukan ding, salah. Maksudnya, aku kasih tau langsung. Kali ini aku dengerin lagu Indonesia. Bukan sesuatu yang mewah, sih. Gini-gini juga aku masih cinta Indonesia kok, aku suka lagu-lagunya musisi yang udah lama eksis kayak Sherina, Gita Gutawa, Afgan, RAN, dll, cuma agak rarely aja dengerinnya.

Tapi nih ya, lagu Indonesia yang aku dengerin sekarang bukan dari musisi yang udah lama eksis kayak yang aku sebutin diatas, mereka yang ini masih tergolong baru, fresh, energetic, and bring us spirit :D hehe *sok inggris lu, Tel*. Gak jauh-jauh dari J-pop, sih. Mereka itu cewek-cewek seumuran Mistel, yang cenderung fat-less (?), nyaris semua bermuka oriental, tinggi sekitar 160-an, dan jago ngedance. Ketebak gak sih? :O

Monday, July 1, 2013

About JKT48

SENIN, 24 JUNI 2013

Pigura foto member Team J di Theater

Gak tau kenapa ya, belakangan ini aku lagi suka searching tentang JKT48, khususnya yang generasi satu, atau yang belakangan aku tau kalo nama lainnya adalah ‘Team J’. Telat banget emang yah, mereka udah mulai eksis tahun 2011, tapi aku baru searching tentang itu di tahun 2013 *telat update*.

Sebenernya waktu awal-awalnya booming, aku udah tau sih, tentang idol group bernama JKT48 ini, yang merupakan sister group dari AKB48 yang udah bertahun-tahun duluan eksis di Jepang sana. Tapi aku taunya ya cuma itu doang, cuma bahwa AKB48 seperti ‘buka cabang’ di Indonesia, khususnya di Jakarta, dan single pertama mereka yang aku tau itu adalah ‘Heavy Rotation’-nya AKB48 yang hampir seluruh liriknya udah diterjemahin ke dalam Bahasa Indonesia, dan bahwa member mereka itu berjumlah sekitar dua-puluh-orangan gitu. Ya itu aja, tanpa ada keinginan untuk tau lebih detail lagi. Paling cuma pernah nyari foto-foto sama profilnya, tapi ya masuk mata kanan keluar mata kiri gitu, soalnya belum kenal bener mukanya.

Mungkin salah satu penyebabnya karena masalah waktu kali ya, makanya kenapa aku gak tertarik untuk cari tau tentang mereka. Jadwal sekolahku itu padet banget soalnya, aku kan tinggal di asrama, belum lagi ditambah tugas-tugas yang menggunung dan ulangan harian yang gak tentu jadwalnya itu. Selain itu mungkin juga karena akses internet yang agak sulit. Memang sih, di sekolahku ada fasilitas internet, tapi gak tau kenapa seakan gak sempat buat main-main gitu.

GFT48 :D


            Heyy, guys :D heran yah liat judulnya? Haha. Tenang aja, aku gak ada maksud jelek sedikitpun kok. Ini cuma kebetulan, waktu aku sama Asshifa lagi mojok (?) berdua di ruang tamu asrama sambil mantengin youtube, tiba-tiba keinget kalo member cewek seangkatan tuh ada 48 (38 yang reguler + 10 yang akselerasi *gak diitung yang pindah academy). Terus muncul ide gila deh, buat bikin GFT48, haha.

            GFT itu kependekan dari Genofight, nama angkatan kita. 48 itu jumlah kita. Official account twitter kita @MaskanulWardah (jangan lupa follow yaa :p), account name-nya sih GFT38, karena pertimbangan beberapa member yang minta akun itu difokuskan buat Maskanul Wardah (Asrama Mawar) :)

            Check this out deh, daftar membernya! :D


Team G (Asrama Anngrek)

Subteam 1
  • Duma Sarah (duma)
  • Ersa Putri Utami (echa)
  • Luthfa Reihan (rehan)
Subteam 2
  • Cut Nabilla Sarika (CN)
  • Cut Nadya (cutnad)
  • Amalia Roellisa (amel)
  • Nawalul Aska (aska)
Subteam 8
  • Nur Halimatuz Zuhra (zuhra)
  • Mala Hayati (mala)
  • Suci Rahma Hikmawani (ucii)
  • Haziratul Qudsiah (atul/oel)

Berpikirlah Objektif, Bukan Subjektif! ('Enak Jamanku, tho?' T-Shirt)

Balik lagi sama aku, Ai-Frida Mistel Swift, blogger paling gaje sepanjang masa. Sekarang, aku mau bahas masalah kaos bergambar muka Pak Harto yang ada tulisannya ‘Enak Jamanku, tho?’ (enak jaman saya, kan?).

Ngapain lu bahas itu, Tel, mau jualan yak? Haha, ya enggak lah! Yang mau aku bahas disini topiknya gak jauh-jauh kok dari entri aku sebelumnya yang judulnya ‘Statusmu Harimaumu!’. Yaitu tentang berpikir objektif dan rasional.

Nah, ceritanya kan sekarang lagi marak-maraknya nih kaos seperti yang aku deskripsiin di atas. Pertanyaan pertama, apa sih tujuan adanya kaos itu? Biasa itu sih, kerjaan orang iseng yang sirik sama SBY. Dia mau nyindir SBY masalah naiknya harga BBM jadi 6500 rupiah, dengan cara bandingin masa SBY sekarang sama masa Soeharto dulu yang faktanya bensin cuma 700 rupiah.

Biasanya sih orang-orang kayak gini tuh pengecut semua. Kenapa aku bisa bilang gitu? Soalnya tuh ya, mereka itu beraninya cuma bayar orang-orang desa buat ngelakuin itu, sementara mereka sendiri, bisa jadi di depan Pak SBY mah bermanis-mulut-ria.

Oke, balik ke masalah tadi. Jujur ya, waktu pertama ngeliat kaos itu aku mendengus, ketawa miring sesaat, dan sempet membatin ‘iya juga ya?’. Tapi itu cuma angin lalu sih, sesaat setelahnya aku udah ngelupain itu dan menganggapnya paling ulah orang iseng aja.

Statusmu Harimaumu!

Hey kamu! Iya, kamu! Kalo bikin status di sosial media tuh tolong dipikir baik-baik dulu yah! Atau, kalo mau bikin status berupa protes, tolong cari bukti-bukti yang bisa dipercaya gitu loh, kalo bisa cantumin sekalian tuh nama-nama yang kamu tuduh! Jangan suka bikin HOAX doang, ah. 

Kenyataannya kamu cuma menutup diri dari kenyataan karena terlalu gengsi kalo pada dasarnya status kamu tuh cuma omong kosong doang, dan kamu juga berkelit dari fakta-fakta yang udah lebih jelas kenyataannya dengan sesuatu yang kurang masuk akal, pengecut banget kesannya.

Aku BUKAN mencoba membela ras dimana aku dilahirin ya (sebenernya aku keturunan multi-ras banget sih, sunda-jawa-dayak), tapi aku cuma mencoba berpikir rasional, mencoba berpikir luas.

Kamu pernah mikir gak? Salah-salah, akibat dari status kamu yang gak bertanggung jawab itu, ada orang yang gak tau apa-apa jadi sakit hati. Lebih parahnya lagi, kalo dia agak labil kayak kamuya, kayak kamu!—, takutnya dia jadi nganggap semua orang di ras yang kamu bangga-banggain itu kayak kamu semua kelakuannya, gak tau berterimakasih, padahal enggak kan?! Aku pribadi, jujur, masih sakit hati gara-gara kamu, tapi aku alhamdulillah sih masih sadar kalo gak semua orang di ras kamu itu kayak kamu.

Pertama aku liat status kamu tuh ya, mata aku langsung nyangkut tau gak, darah langsung mendidih juga. Meskipun gitu, awalnya aku masih mencoba buat positive thinking, masih punya niat baik buat buka pikiran kamu yang seakan tertutup kabut itu. Aku coba kasih komentar di status kamu dengan sebuah fakta yang menentang apa yang kamu pikirin, tapi fakta itu rasional banget, bisa dibuktiin kok, kamu cari dari resensi apapun tetep itu kebenarannya.

Saturday, June 8, 2013

Perasaanku

Aku baru saja sampai di sini. Sedikit terlambat. Mereka semua sudah berkumpul. Menumpahkan kesedihan bersama.

Aku berdiri di sini. Di ambang pintu yang telah ribuan kali kulewati, menatap mereka dengan iba.
Aku berjalan kearah mereka dengan sedih. Tapi aku merasa beda. Aku tak bersedih selayaknya orang bersedih.

Ini aneh. Sungguh aneh. Aku seperti bukan diriku. Aku seperti roh lain yang dimasukkan ke ragaku, dan langsung di hadapkan dengan masalah seperti ini.

Tidak, itu tidak mungkin terjadi. Sangat tidak masuk akal.

Lalu mengapa aku begini? Apa aku sudah mati rasa terhadap lingkungan sekitarku? Yang membuatku hampir seperti orang autis?

Itu kemungkinan terburuk yang bisa kupikirkan. Semoga saja tidak. Bisa saja aku begini karena sakit hati yang dalam, karena perbuatan mereka padaku di hari-hari yang lalu.

Aku sudah berusaha melupakannya. Tapi kau tahu, itu sangat sulit. Sakit hati ini terlalu sulit dilupakan. Tapi aku harus mencobanya.

Friday, June 7, 2013

(Yang Katanya) Sweet Seventeen :3

Tujuh belas! Pitu las! Seventeen! Dix-sept! Siebzehn! Zeventien! Diecisiete! Dicissiette anni! Seacht! On yedi! Septendecim! Udah gede! Udah Dewasa! Udah bisa bikin KTP! Udah tua! *eh --a

Alhamdulillah yah *gaya ‘tante’ sy_hr_ni*, akhirnya aku sampai juga di umur tujuh-belas-tahun, umur yang ―katanya― merupakan patokan kedewasaan seseorang, umur yang merupakan ‘pintu gerbang’ menuju dunia mengerikan yang penuh tantangan dan cobaan hidup sebenarnya, dimana kita sudah benar-benar ‘dianggap’ sebagai orang dewasa.

Aku seolah membayangkan ada orang-orang suku jaman dulu yang berpakaian semacam suku aborigin sambil membawa obor, menyambutku di depan ‘hutan’ kehidupan sembil teriak ke aku gini: “Yeah! Welcome to the wild jungle of life! Ololololo.” *ceritanya ber-olo-olo dengan membulatkan mulut sambil mukul-mukul mulut pake telapak tangan gitu* *gak penting*.

Hmm, kalo dipikir-pikir sih yaa, kayaknya perubahan menjadi dewasanya gak sedrastis itu, deh. Semua itu pasti butuh proses yang panjang banget, dan setiap orang pasti prosesnya beda-beda. Ada yang dari kecil hidupnya udah penuh cobaan, yang akhirnya membentuk dia jadi orang yang tegar; ada yang hidupnya biasa-biasa aja, sampai proses pendewasaan diri pada dirinya itu gak kerasa; ada yang dari kecil enak-enakan terus, eh pas udah gede tiba-tiba dapet cobaan berat. Yap! Semua itu tergantung takdir, perilaku, dan sikap kita dalam menghadapi hidup ini.

Tapi ternyata kita udah terbiasa sama kalimat “udah tujuh-belas-tahun berarti udah dewasa”. Jadi mulai dari situ kita ‘dituntut’ untuk menjadi orang yang ‘sebenarnya’. Gak salah sepenuhnya juga sih sebenernya, malah bagus, karena ya memang begitu seharusnya :D

Newer Posts Home Older Posts